News

Inggris dan Prancis Siapkan Pasukan untuk Ditempatkan di Ukraina

Moskow (KABARIN) - Pasukan lintas udara Inggris dan Prancis telah menyelesaikan persiapan untuk kemungkinan misi penjaga perdamaian di Ukraina, lapor surat kabar The Telegraph pada Kamis (26/2).

Selama latihan di wilayah Brittany, Prancis, lebih dari 600 tentara dari Brigade Serangan Udara ke-16 Inggris melakukan simulasi serangan udara bersama pasukan dari Brigade Parasut ke-11 Prancis, menurut laporan tersebut.

Latihan itu berlangsung beberapa minggu setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa Inggris dan Prancis akan memimpin pasukan penjaga perdamaian di Ukraina jika kesepakatan gencatan senjata tercapai antara Moskow dan Kiev.

Meskipun unit-unit yang mungkin terlibat dalam operasi tersebut belum diumumkan, prajurit dari Brigade Serangan Udara ke-16 merupakan bagian dari pasukan siaga tinggi Inggris dan mampu dikerahkan ke NATO dalam waktu singkat, tambah surat kabar tersebut.

Pada 6 Januari, pertemuan tingkat tinggi “koalisi yang bersedia” berlangsung di Paris. Pertemuan tersebut membahas apa yang disebut sebagai jaminan keamanan bagi Ukraina.

Menurut dokumen yang disepakati setelah pertemuan tersebut, “koalisi” setuju untuk melanjutkan dukungan militer jangka panjang bagi Kiev. Para pemimpin turut menandatangani deklarasi niat untuk mengerahkan pasukan ke wilayah Ukraina apabila perjanjian damai tercapai.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kehadiran militer asing di Ukraina tidak ada gunanya setelah kemungkinan tercapainya kesepakatan perdamaian yang berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa Rusia akan menganggap setiap pasukan asing di wilayah Ukraina sebagai target yang sah.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: